menyusun langkah agar bisa sama rata,
duduk sama rendah berdiri sama tingginya,
dengan manusia segolongan mereka,
yang kononnya si pemilik segala benda.
tatkala digoda dengan nikmat,
tatkala berdepan manusia hebat,
aku kehilangan punca di dalam terang,
aku mencari-cari haluan di dalam gelap,
aku meraba impian dalam silauan kilat.
aku jadi lupa pada fitrah kejadian,
sesekala alpa pada akurjanji dengan Pencipta,
hidup ini untuk apa?
hidup ini untuk siapa?
hidup ini harus bagaimana?
sedangkan Nabi berdoa berhajat,
agar tak diduga dengan harta dunia,
agar tak diduga dengan nikmat di mata,
mahu hidup di dalam sederhana,
serba tiada walau nyata berada.
perut Baginda tak pernah kenyang,
tidurnya Baginda umpama jaga,
walau terpelihara Baginda tetap berjuang,
munajat berdoa memohon keampunan,
tak pernah lewa dalam rahmat dan kemuliaan.
syukurku atas jentikkan itu,
membuang khayal dalam sandiwara,
melenyap fatamorgana muncul nyata,
bersimpuh berteleku bermunajat jiwa,
mengukir senyum walau tak punya apa-apa,
fakir di mata manusia itu tak mengapa.
ingin ku hidup mencontohi mu,
ingin ku bernafas dalam kesederhanaan mu,
mendukung sunnah dalam bertingkah,
merujuk sirah dalam melangkah,
menggapai Syafaat di hujung kisah,
menjadi golongan umat sang kekasih Allah.
Salawat buat mu.. ya Rasulullah!