kudengari satu persatu.. menusuk timpa jauh menyusuri.. hanyut.. di dasar hati.. terhampar di situ.. mata mulai berkaca meruntun airmata.. jiwa mulai basah.. jasad mulai dingin.. karam.. di situ kutemui lagi.. diriMu.

Friday, July 25, 2014

Redha-NYA mendahului...

Dunia yang dipandang kini terasa lebih 'luas'... walaupun sebenarnya masih sama seperti semula. Kalau dulu memandang semata-mata dengan mata fizikal... Dengan dua  mata yang nampak ada pada wajah ini. Tapi kini yang ingin diperkatakan adalah pandangan mata oleh hati... atau pandangan mata hati, pandangan dari kalbu manusia yang paling dalam...

Seusai solat fardhu zohor tadi aku duduk sebentar atas sajadah. Ku renung dan perhatikan ruangan kerja aku, bilik pejabat di mana aku bekerja setiap hari. Dah aku duduki bilik ni hampir delapan tahun... sedangkan aku sudah 'bergelumang' dengan karier ini hampir 18 tahun... cukup lama, kan! Dalam hati terbit rasa puas dan syukur yang amat sangat... alhamdulillah. Syukur kerana aku ada pekerjaan yang baik, tempat bekerja yang sangat selesa... Sungguh 1001 nikmat dunia yang DIA berikan. Syahdu dan syukur bersatu menjadi 'rasa' yang sangat harmoni kepada kasih sayang-NYA... pemilik segala yang ada di langit dan di bumi.

Terima kasih ALLAH. Nikmat ini harus aku syukuri dengan sebaik-baik cara. Tak ada apa yang lebih aku harapkan selain ALLAH redha kepada aku atas pekerjaan yang aku lakukan setiap hari... pohon keberkatan jua.

Merewang fikiran ku jauh. Pelbagai persoalan muncul difikiran. Aku ambil kalam Allah... cari-cari di mana penanda aku berhenti. Oh! Surah as-Saba... Aku mulakan dengan membaca al-Fatihah.. ummul kitab. Bacaan aku hari ni kurang lancar kerana mata zahir tidak dapat melihat dengan jelas... terpaksa aku berkelip beberapa kali. Mengharapkan penglihatan yang kembali pulih diberiNYA... sesekali sakit itu nikmat! Juga harus redhai... !

Namun kejelasan penglihatan masih tak aku dapat... hanya sempat mentadabbur hingga ayat 39 sahaja. Maksud ayat ini seolah tepat dengan apa yang sedang bermain difikiran ku... "Katakanlah (wahai Muhammad) Sesungguhnya Tuhanku memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya, dan Dia juga yang menyempitkan baginya; dan apa sahaja yang kamu infaqkan maka Allah akan menggantikannya; dan Dia lah jua sebaik-baik pemberi rezeki"

Manusia harus berusaha dan bekerja mencari rezeki namun harus juga redha... dan berserah sepenuhnya kepada DIA, sebagai pemilik rezeki... umpama seorang petani yang menyemai benih. Kalau tidak kerana luhur hatinya, berserah sepenuhnya kepada qudrah dan iradah Allah dalam menetapkan 'nasib untung rugi menyemai biji benih' di ladang, tentunya pekerjaan seperti ini tidak akan ada yang mahu melakukannya. Siapa yang boleh pasti bahawa benih yang ditanam akan bercambah, tumbuh membesar hingga akhirnya mengeluarkan buah, dan kemudian hasilnya boleh dituai... kalau tidak dengan kehendak dan kuasa NYA semata-mata.

Begitulah kita sepatutnya. Berserah semata-mata kepada DIA... yang maha merancang dan maha memberi... kemudian redha dan pasrah di penghujungnya.

Kalau dulu dhuha ku panjatkan dengan permohonan agar diberiNYA ilmu dan hikmah agar bijaksana dalam mendidik anak-anak... diberi rezeki dengan anak-anak yang soleh dan solehah... diberi kesabaran yang tinggi menghadapi karenah anak2... tapi bukan kah penjagaan DIA itu lebih sempurna. Maka kini ya ALLAH, ku serahkan segalanya kepada-MU... "Kau peliharalah anak-anak ku sebagaimana Kau memelihara orang-orang saleh dan beriman.." aku redha apa pun jua ya ALLAH.

Dan kini... aku cukup sekadar bermohon dengan setulus-tulus permohonan kepadaMU... ya ALLAH aku tahu keredhaan MU itu mendahului segalanya... maka aku serahkan seluruh sifat kehambaanku... solat ku ibadah ku hidup ku dan mati ku hanya untuk MU... dan sungguh... "Aku redha kepada MU... pada segala ketetapan MU itu..." tentu pasti yang terbaik buat ku... insyaAllah.

Dan tadi, aku dihubungi adik yang bakal mennjalani rawatan IVF (ICSI)... mohon turut berdoa agar usaha dan ikhtiarnya diberkati Ilahi... pesanku hanya lah... "Serahkan segala urusan kepadaNYA... Tuhan yang maha merancang... moga baik di permulaan, mudah di pertengahan dan rahmah di penghujungnya..." aamiin3 ya rab

Redha-NYA sentiasa mendahului kita... 
Berusahalah untuk redha diri kita adalah hamba kepadaNYA agar DIA redha kita sebagai hambaNYA... yang layak mendapat rahmat di sana. 


Monday, July 21, 2014

Diri yang-Fakir

Menelusuri jejak 'kembarahakikat' menemukan aku dengan blog "catatanhamba"...
Perasaan yang bercampur-campur.... membaur antara pelbagai rasa. 
Tiada daya, hanya mohon petunjuk dan bimbingan langsung dari-NYA... yang empunya dan pemilik diri seutuhnya. Tentu DIA maha tahu apa yang terbaik buat hamba-NYA.

Aku fana dalam melantunkan doa (di bawah ini)...
Sungguh merasa diri sangat hina, sangat kerdil dan sangat tidak bermakna di sisi sang Khaliq

Dengan penuh emosi aku tenggelam dalam kesyahduan, kesayuan, dan kehibaan yang amat sangat... Aku larut dalam munajat kepada-si pemilik segala cipta....... 
ALLAH.... terima lah aku di sisi-MU...dan redhakan lah aku sebagai hamba MU.

Bismillahi Rahmaani Raahiim.
"Ku rasa faqir...
Amat faqir Ya Allah... Amat faqir... Sungguh-sungguh aku faqir...
Dan aku berhajat... Berhajat kepadamu... Setiap saat aku berhajat kepadaMu...
Ya Rabbi.. 
Ya Rabbi... 
Ya Rabbi.. 
Ya Rabbi.

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, ya Allah...
Tuhan...

Bantulah kami ya Allah...
Yang lemah...

Yang dhaif ini Ya Allah
Yang kami tidak ada daya upaya Ya Allah
Untuk menjadi hambamu yang sebenar Ya Allah...
Jika Engkau tidak berikan cahaya pada hati kami, Ya Allah...
Bagaimana kami dapat mampu menjadi hamba Mu ya Allah.

Ya Allah...

Engkaulah yang mengetahui segala bisikan-bisikan hati kami ini Ya Allah
Engkau mengetahui bagaimana dalam jiwa kami ini berbolak balik Ya Allah
Keimanan kami berbolak balik Ya Allah


Ya Allah Kau tetapkan...

Kau teguhkan hati kami Ya Allah...
Sehingga hati kami terpaku dengan kebesaran Mu Ya Allah...

Terfana dengan Mu Ya Allah.
Tidak lagi ada hati kami berpaling selain kepadaMu Ya Allah.


Kami bergantung dengan sifat kebesaranMu,
Kami tenang dalam sifat kasih sayangMu,
Kami lena dalam sifat keagungan Mu Ya Allah....


Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, ya Zaljalaliwalikram...

Ya Allah... 
Kau datangkanlah cahaya dalam hati kami ini, Ya Allah...
Agar segala dalam kegelapan hati ini hilang...

Agar segala kebodohan dan kejahilan kami hilang...
Agar segala kurang adab dan kurang ajar kami ini hilang...
Agar segala kebutaan kami ini hilang.

Sehingga dapat kami menyaksikan kebesaranMu di alam ini.

Dapat menyaksikan kehebatanMu di alam ini.
Dapat menyaksikan bagaimana keagunganMu Ya Allah...
Dalam setiap detik kehidupan kami Ya Allah!
 

Ya Allah... 
Hidupkan kami dengan makrifat...
Kau matikan kami dengan makrifat...

Ya Allah....

Ya Allah....
Ya Allah.... 
Ya Rahman,.. 
Jangan kau bimbangkan kami dengan urusan duniawi Ya Allah...
Kau bimbangkan kami dengan urusan hati kami yang tidak betul denganMu Ya Allah..

Hati yang tidak benar denganMu YA Allah...

Ya Allah Ya Tuhan kami...

Kau perlihatkanlah pada hati kami ini tentang keluasan akhiratMu Ya Allah... 
Kenikmatan akhirat yang Engkau sediakan kepada hamba-hambaMu yang benar,
Dan jangan Kau biarkan kami terperangkap dengan dunia yang kecil ini... 
Sehingga kami bertungkus lumus berfikir, 
Letih dan penat dengan urusan duniawi ini, 
Tidak menghiraukan akan kenikmatan...
Yang Engkau sediakan untuk para-para hambaMu ini yang benar di akhirat nanti... 

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim Ya zaljalaliwalikram..
Ya Allah ya Tuhan kami... 
Selamatkan kami Ya Allah..daripada tertipu dengan ibadah kami... 
Tertipu dengan zikir-zikir kami... 
Tertipu dengan ilmu-ilmu kami... 
Tertipu dengan kebaikan-kebaikan kami.. 
Dan tertipu dengan segala amalan-amalan kami

Ya Allah, jadikan kami sentiasa berbimbang-bimbang menilik jiwa kami Ya Allah.... 

Adakah kami benar-benar dicintai mu Ya Allah...
Atau kami jauh dimurkai mu Ya Allah.....

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim Ya zaljalaliwalikram..

Ya Allah ya Tuhan kami... 
Perelokkanlah akhlak hati kami ini Ya Allah...
Perelokkan akhlak adab zahir kami Ya Allah...
Perelokkanlah syariat kami Ya Allah..
Perelokkanlah iman... 
Perteguhkan ketauhidan kami Ya Allah...
Amin Ya Rabbi..."


Dicatat dari "Tausiyah Walid AL-Malik di Ribath Syeikh Ibrahim Al Qurani"
blog http://catatanhamba.blogspot.com/2012/01/berada-di-dalam-ilmu.html
 


---------------------------------

Assalamualaikum wbt....

Aku mohon kepada mereka yang membaca entry ini... 
Para "Followers" yang budiman... Cuba lah fahami tiap bait ayat di dalam doa di atas. 
Mungkin tidak banyak, tetapi sedikit ada kebenarannya... pernah diri ini seperti itu!

Mungkin ada dan pernah.... 
Kita terlalu memikirkan dunia, dan seisinya yang sebenarnya dunia ini sangat sempit jika dibandingkan dengan rahmat ALLAH yang maha luas di akhirat sana....

Mungkin ada dan pernah terdetik dalam fikiran kita...
Merasa sudah cukup banyak amalan, dan zikir2 kita selama ini...hingga kita yakin pasti kita diterima sebagai hamba ALLAH untuk masuk ke syurgaNYA

Ada dan pernah terlintas dalam hati kita... 
Menganggap bahawa kedudukan kita sudah cukup tinggi di sisi ALLAH... 

Dan yang paling menyedihkan apabila kita sangka...
ALLAH sudah memandang kepada kita dengan penuh redha... tetapi sebenarnya tidak!
Waiyyanauzubillahiminzaliq!  

ALLAH dan kewujudannya bukan pada kata-kata,
Tetapi pada rasa... 
Rasa diri berTuhan...
Dan hidup sebagai manusia- hamba yang memiliki Tuhan.

Sunday, July 20, 2014

Aku dari-Mu

Sungguh benar bahawa sakit itu sebenarnya adalah nikmat dan kasih sayang yang diselindungkan.... 
(kerana dengan sakit inilah, mata aku kabur.. tetapi pandangan hati menjadi terang!)

Hanya yang punya mata hati akan sedar bahawa dengan sedikit rasa sakit, DIA ingin memberitahu bahawa AKU ini wujud dalam diri mu.... paling hampir dengan mu.

AKU berkuasa melakukan apa sahaja kepada mu, maka bergantunglah semata-mata kepada AKU, bukan kepada yang lain.

Serahkan sepenuh pergantungan itu kepada AKU iaitu ALLAH yang menciptakan kamu... 

Daripada tiada kepada ada... 
dilahirkan ke dunia ini melalui rahim ibu; dan  

Daripada ada kepada tiada... 
iaitu mati, bila roh terpisah daripada jasad.

Bila badan aku sakit, maka aku sedar bahawa pencipta tubuh badan aku ini maha sempurna, bersifat kekal, dan tak akan pernah sakit.

Bila mata aku sakit, tak boleh melihat dengan jelas, membaca pun susah maka aku tahu bahawa pencipta mata aku ni adalah yang maha melihat dengan sempurna dan sangat jitu pandangannya.

Bila kaki aku sakit, berjalan pun susah, maka aku sedar dengan amat sedar bahawa pencipta kaki itu sangat kuat, sangat gagah dan sangat berkuasa atas segala sesuatu yang ada pada aku.

Bila telinga aku sakit, mendengar payah, kerja tergendala, maka sedarlah aku bahawa pencipta telinga itu maha mendengar dan sangat peka mendengar setiap perkataan ku walaupun tanpa suara.

Dan bila ada yang mengatakan bahawa aku cantik dan sebagainya, maka sedarlah aku bahawa segala kecantikan dan keindahan yang dikatakan itu adalah hak milik pemilik yang mutlak... bila-bila masa segala kecantikan, keindahan itu boleh diambil kembali tanpa amaran.... tanpa pesan.

Itulah DIA... pemilik diri aku seutuhnya.
Tanpa DIA... siapalah aku!

Sangat sedih bila mata aku yang melihat suatu keindahan, hanya melihat tanpa disertai dengan 'rasa' dan melihat DIA sebagai pemilik dan pencipta keindahan itu.... 

DIA pencipta mata tetapi kemampuan melihat itu adalah dengan rahmat dan kasih sayang-NYA jua.

Sangat kesal bila telinga aku yang mendengar segala kemerduan suara dan bunyi itu hanya mendengar tanpa ada 'rasa' mengkagumi bahawa DIA adalah pemilik dan pencipta bunyi dan suara merdu itu.... 

DIA pencipta telinga tetapi kemampuan mendengar dengan baik itu adalah dengan rahmat dan izin-NYA jua.

Sangat kesal bila selama ini aku boleh bercakap dan berkata-kata, tetapi aku tak ingat, tak 'rasa' bahawa DIA yang pemilik akal dan fikiran ini. 

Kerana segala kemahiran dan kebolehan bercakap dan berkata-kata itu adalah semata-mata atas rahmat dan izinNYA jua... si pemilik mulut.

Sangat kesal bila selama ini aku boleh menulis, melukis, memegang, memasak dan sebagainya dengan tangan... kiri dan kanan...

Tetapi aku lupa bahawa DIA lah yang dengan segala sifat maha pengasih dan maha penyayanglah yang menganugerahkan aku dengan kedua tangan itu beserta dengan bakat dan kemahiran yang membolehkan aku bekerja dengannya... dengan sempurna.

Sangat kesal bila selama ini aku boleh berjalan, sesekali berlari walaupun dengan segala kepayahan... 

Sedangkan aku lupa bahawa DIA lah yang menciptakan keupayaan aku itu dan tentunya DIA maha tahu... kenapa dan mengapa keadaan itu dianugerahkan kepada aku... tentu DIA merencanakan sesuatu yang sangat baik untuk aku sebagai hamba-NYA.

Dan yang sangat aku kesali bila aku dianugerahkan dengan pelbagai rasa... rasa kasih, rasa sayang, rasa cinta... 

Tetapi kasih, sayang dan cinta itu aku lebihkan kepada sesama manusia, sesama makhluk, kepada harta benda, pangkat kuasa dan diri sendiri, sedangkan sebenarnya si pemilik rasa itu adalah yang paling berhak mendapatkan seluruh rasa kasih sayang dan cinta dari aku... sepenuhnya, seutuhnya tanpa berbelah bahagi.

Ya ALLAH... ampun kan aku.

Aku membaca surah Ar-Rahman... تُكَذِّبَانِ رَبِّكُمَا آلَاءِ فَبِأَيِّ
Yang bermaksud, "Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?" (25)

Tetapi aku tak mengambil pelajaran darinya. Dengan hanya melihat kepada diri sendiri bahawa cukup banyak nikmat Tuhan yang aku lupakan... belum lagi melihat kepada alam dan seluruh kejadiannya. 


Aku membaca surah al-Fajr... أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً
“Wahai Jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diredhai-Nya". (27 – 28)


Tetapi aku tak cukup tenang dan redha dengan segala ketentuanNYA.... kadang kala masih mengeluh dan menyalahkan takdir yang berlaku... sungguh zalim aku kepada diriku sendiri. DIA hanya mencari hati-hati yang benar-benar ikhlas dan menyerah sepenuhnya kepada DIA... maka manusia itulah yang akan diterima sepenuhnya  sebagai memiliki sifat hamba kepada Tuhan nya... sebagai jiwa yang tenang... subhanallah!

Dan aku membaca surah al-Kahfi dari ayat pertama hingga akhir...

Tetapi aku tidak mengambil pengajaran darinya dengan sebaik mungkin... tentang kisah makrifat- pertemuan antara Nabi Musa as dan Nabi Khidir.... bahawa setiap sesuatu yang berlaku itu pasti ada hikmah yang tersirat sebalik yang tersurat. Setiap keburukan itu, tentunya atas rencana ALLAH Tuhan yang maha pengatur... dan di kalangan manusia ini ada yang kelihatan zahirnya jahat, zalim tetapi sebenarnya perkara mazmumah yang mereka lakukan itu pada hujungnya adalah untuk memastikan perkara kebaikan atau mahmudah berlaku... wallahualambissawab!

Dan aku juga istiqamah melaksanakan pelbagai amalan seperti puasa, solat sunat dan sedakah jariah... 

Tetapi dalam setiap amalan itu aku sentiasa mengharapkan balasan setimpal dari ALLAH... amalan ku penuh dengan doa-doa dan permintaan... rayuan dan permohonan yang semuanya untuk aku, aku dan aku...bukan beramal atas dasar semata-mata aku ini hambaNYA... ikhlas keranaNYA dan tiada lain hanya untuk DIA.

Ya ALLAH aku mohon kepada-MU...
Tunjukkan aku jalan yang lurus, jalan yang KAU redhai,
Bukan jalan orang yang mungkar,
Atau jalan orang-orang yang sesat.... waiyyanauzubillahiminzaliq!

Kini aku ingin meneruskan sisa hidupku...
Semata-mata kerana-MU,
Untuk-MU,
Mencurahkan kasihku kepada-MU,
Mendambakan cinta-MU,
Solat ku,
Ibadah ku,
Hidup ku, dan
Mati ku,
Hanya untuk-MU... 


Terima kasih, 
Kasih...dan tentu dengan kehendak-NYA jua...
Aku dipertemukan dengan jalan ini... 
'kembarahakikat!'