Bismillahi Rahmaani Raahim
Surah al-Munafiqun:10 "Dan belanjakanlah sebahagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-Ku, kenapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"
SEDEKAH itu...
Ia bisa jadi penawar
Bagi penyakit yang hinggap di badan.
Bagi penyakit yang hinggap di badan.
Ia adalah pemberat
Bagi timbangan amal yang tak cukup kiraan.
Bagi timbangan amal yang tak cukup kiraan.
Ia seperti penyuluh
Bagi pencinta ilmu yang dalam kegelapan.
Bagi pencinta ilmu yang dalam kegelapan.
Ia seumpama Waqiah
Bagi yang berat memikirkan kehidupan.
Bagi yang berat memikirkan kehidupan.
Ia kekuatan al-Kahfi
Bagi janji keselamatan diri.
Bagi janji keselamatan diri.
Ia bak penyeri
Bagi wajah yang menanggung fikiran.
Bagi wajah yang menanggung fikiran.
Ia bagai dhuha
Bagi meluaskan sumber pendapatan
Bagi meluaskan sumber pendapatan
Ia umpama jaminan
Bagi yang tak punya apa namun berjiwa ihsan.
Bagi yang tak punya apa namun berjiwa ihsan.
Bahawa Allah suka kpd orang kaya yang pemurah...
Tetapi Dia lebih cinta kpd si miskin yang pemurah...
Itulah janji Allah...
Kepada yang suka bersedekah...
Tetapi Dia lebih cinta kpd si miskin yang pemurah...
Itulah janji Allah...
Kepada yang suka bersedekah...
----------------
Satu catatan dinihari buat si pecinta
Di mata dan di hatinya sentiasa ada Dia...
" PAPAN ANJAL "
Dalam gelora menuju Dia
Capai makam iman yang paling tinggi
Lonjakkan matlamat yang paling agong
Tujahan ehsan tingkat teratas
Meraih bintang hati yang tersenyum
Diterangi cahaya nun jauh dari sana
Capai makam iman yang paling tinggi
Lonjakkan matlamat yang paling agong
Tujahan ehsan tingkat teratas
Meraih bintang hati yang tersenyum
Diterangi cahaya nun jauh dari sana
Harus ada syaratnya
Diri ini harus mau turun ke dasar
Diri ini harus rela terperuk diuji
Diri ini harus redha diinjak asbab
Diri ini harus pasrah dihenyak qada
Diri ini harus sabar diduga nasib
Diri ini harus rela terperuk diuji
Diri ini harus redha diinjak asbab
Diri ini harus pasrah dihenyak qada
Diri ini harus sabar diduga nasib
Untuk nantinya bisa melantun tinggi
Untuk nantinya bisa melontar jauh
Untuk nantinya bisa melayang bebas
Untuk nantinya bisa temu cinta di puncak sana
Untuk nantinya bisa melontar jauh
Untuk nantinya bisa melayang bebas
Untuk nantinya bisa temu cinta di puncak sana
Dari yang Maha Sayang antara yang penyayang
Dari yang Maha Kasih antara yang pengasih
Dari yang Maha 'Murah' antara yang pemurah
Dari yang Maha Kuasa antara yang berkuasa
Dari yang Maha Cinta antara si pecinta.
Dari yang Maha Kasih antara yang pengasih
Dari yang Maha 'Murah' antara yang pemurah
Dari yang Maha Kuasa antara yang berkuasa
Dari yang Maha Cinta antara si pecinta.
Umpama PAPAN ANJAL...
Yang harus bisa turun serendahnya
Bukan untuk mengalah.
Bukan untuk mengalah.
Yang harus dihenyak berulang kali
Bukan untuk menyerah.
Bukan untuk menyerah.
Yang harus rela diinjak-injak kaki
Bukan juga untuk ditangisi.
Bukan juga untuk ditangisi.
Tetapi untuk kemudiannya
Bisa melantun melonjak setinggi langit
Diterima dalam kedudukan terbaik.
Bisa melantun melonjak setinggi langit
Diterima dalam kedudukan terbaik.
WALAU...
Dalam pandangan hina manusia
Dalam tanggapan tak punya apa
Dalam hati ada senyuman bahagia
Dalam rahmat dan redha Allah SWT.
Dalam pandangan hina manusia
Dalam tanggapan tak punya apa
Dalam hati ada senyuman bahagia
Dalam rahmat dan redha Allah SWT.
-----------------
aku si "PAPAN PUTIH"... itu...
Si papan putih...
Yang hari-harinya
Ditulis oleh tangan yang ikhlas
Mencatat dan mencatit
Menelurkan segala ilham
Atas kalam hebat dari-Nya.
Yang hari-harinya
Ditulis oleh tangan yang ikhlas
Mencatat dan mencatit
Menelurkan segala ilham
Atas kalam hebat dari-Nya.
Si papan putih
Yang terkadangnya
Diconteng dengan sedikit rakus
Oleh tangan yang lihai sejenak
Dek keinginan memuncak
Mencapai Allah... semata2 Dia.
Yang terkadangnya
Diconteng dengan sedikit rakus
Oleh tangan yang lihai sejenak
Dek keinginan memuncak
Mencapai Allah... semata2 Dia.
Si papan putih
Yang rutinnya
Dilukis dengan tinta biru
Merah dan hijau pelbagai warna
Oleh tangan yang penuh kasih
Umpama melakar pelangi
Mengagungkan mahabbah Ilahi.
Yang rutinnya
Dilukis dengan tinta biru
Merah dan hijau pelbagai warna
Oleh tangan yang penuh kasih
Umpama melakar pelangi
Mengagungkan mahabbah Ilahi.
Namun kini...
Si papan putih
Yang adanya kini
Umpama tiada mendapat ganti
Tangan yang menulis
Mencatat dan menconteng
Mengalirkan ilmu dan ilham
Membesarkan Ilahirobbi.
Yang adanya kini
Umpama tiada mendapat ganti
Tangan yang menulis
Mencatat dan menconteng
Mengalirkan ilmu dan ilham
Membesarkan Ilahirobbi.
Dan kini...
Si papan putih
Teresak sedih ditinggal pergi
Umpama pohon kayu tamar
Yang menjadi mimbar Baginda Nabi
Tatkala menyampaikan khutbah berdiri
Kini semakin dilupai.
Teresak sedih ditinggal pergi
Umpama pohon kayu tamar
Yang menjadi mimbar Baginda Nabi
Tatkala menyampaikan khutbah berdiri
Kini semakin dilupai.
Sekarang ini...
Si papan putih
Hanya mampu mengenang
Mengingat dan memaparkan kembali
Tulisan lukisan dan juga goresan
Segala ilham dan kalam.
Hanya mampu mengenang
Mengingat dan memaparkan kembali
Tulisan lukisan dan juga goresan
Segala ilham dan kalam.
Menggenggam erat doa dan pesan
Agar tulisan lukisan dan goresan
Di papan putih...
Agar tulisan lukisan dan goresan
Di papan putih...
Tiada tangan yang memadam
Tiada tangan yang menghapus
Tiada tangan yang menyapu hilang
Tinggal kekal atas papan nan putih.
Tiada tangan yang menghapus
Tiada tangan yang menyapu hilang
Tinggal kekal atas papan nan putih.
Untuk diamalkan
Untuk dilaksanakan
Untuk direalisasikan
Untuk diberi roh kehidupan.
Catatan di atas papan putih
Bukan ia semata-mata
Tulisan, lukisan, dan goresan
Kaku di atas papan...!