kudengari satu persatu.. menusuk timpa jauh menyusuri.. hanyut.. di dasar hati.. terhampar di situ.. mata mulai berkaca meruntun airmata.. jiwa mulai basah.. jasad mulai dingin.. karam.. di situ kutemui lagi.. diriMu.

Tuesday, August 12, 2014

Layang-layang...

Layang-layang,
Gahnya bersandar pada angin,
Tanpa angin,
Hakikatnya ia bukan layang-layang,
Hanya sekeping kertas berupa.

Layang-layang ditarik naik,
Tinggi ke awan,
Bisa mengukir senyum di wajah,
Pada pencintanya.

Keteguhannya bergantung pada tali,
Kuat simpulan,
Ditarik-tarik dilepas lagi,
Berulang-ulang kali,
Tetap dalam pegangan kejap,
Pada jari yang menggenggam,
Tidak untuk dilepaskan sama sekali.

Layang-layang naik kian tinggi.

Angin, lelayang, dan tali,
Jisim yang saling melengkapi.

Layang-layang,
Tiupan angin sentiasa didambanya,
Ibarat udara dalam nafas,
Umpama diri di dalam jasad.

Layang-layang,
Tanpa tali,
Melayang hilang haluan,
Atau akhirnya jatuh menyembah bumi,
Rosak tidak berupa.

Antara tali, lelayang, dan angin,
Sesungguhnya saling memerlukan.

Tali harus kukuh,
Memegang kuat layang-layang,
Untuk bisa terbang tinggi,
Hanya dengan wujudnya angin.

Layang-layang,
Tika wujud sebagai diri,
Ibarat pengembara di angkasa luas,
Mengharap angin umpama redha-Nya,
Memegang kuat pada tali,
Sekukuh iman dan taqwa,
Untuk sampai ke matlamat layangan,
Waktu mendongak ke langit,
Mencipta keindahan pandangan,
Melihat dengan mata hati,
Tatkala menemukan-Nya,
Dalam segenap ruang angkasa.



No comments:

Post a Comment