Melihat kepada alam untuk membesarkan Dia... si pemilik alam itu.
Qaf:7..."Dan juga (keadaan) bumi ini, (bagaimana) Kami bentangkan ia sebagai hamparan dan Kami letakkan padanya gunung-ganang yang terdiri kukuh, serta Kami tumbuhkan padanya pelbagai jenis tanaman yang indah subur..."
Peluang berada di daerah pantai ini adalah saat yang sangat kunantikan. Selain memenuhi tuntutan tanggungjawab terhadap tugas... peluang berada di luar kota, terutama di daerah yang sangat mesra alam seperti di sini merupakan satu ruang dan peluang untuk aku boleh 'memandang' tepat kepada-Nya... Kerana aku yakin dengan melihat alam, menikmati pemandangannya, boleh membuka pintu hati ku, hati insan / manusia yang sangat halus dan sensitif ini untuk semakin dekat kepada Dia...si pemilik alam.
Bagaimana dengan mengamati kejadian alam... melihat panorama laut, pantai, ombak, matahari, bulan, sungai, tumbuh-tumbuhan, gunung-ganang, burung, serangga dan sebagainya mampu mengusik rasa manusia... menjentik naluri dalam diri, jauh di dasar hati tentang kebesaran-Nya... sebagai pemilik dan tentunya pencipta alam ini...
Qaf:7..."Dan juga (keadaan) bumi ini, (bagaimana) Kami bentangkan ia sebagai hamparan dan Kami letakkan padanya gunung-ganang yang terdiri kukuh, serta Kami tumbuhkan padanya pelbagai jenis tanaman yang indah subur..."
Peluang berada di daerah pantai ini adalah saat yang sangat kunantikan. Selain memenuhi tuntutan tanggungjawab terhadap tugas... peluang berada di luar kota, terutama di daerah yang sangat mesra alam seperti di sini merupakan satu ruang dan peluang untuk aku boleh 'memandang' tepat kepada-Nya... Kerana aku yakin dengan melihat alam, menikmati pemandangannya, boleh membuka pintu hati ku, hati insan / manusia yang sangat halus dan sensitif ini untuk semakin dekat kepada Dia...si pemilik alam.
Bagaimana dengan mengamati kejadian alam... melihat panorama laut, pantai, ombak, matahari, bulan, sungai, tumbuh-tumbuhan, gunung-ganang, burung, serangga dan sebagainya mampu mengusik rasa manusia... menjentik naluri dalam diri, jauh di dasar hati tentang kebesaran-Nya... sebagai pemilik dan tentunya pencipta alam ini...

Memang benar, dari yang sekecil kecil makhluk ciptaan-Nya hingga yang sebesar-besar makhluk semuanya bertasbih memuji Allah, berzikir kepada-Nya... rerumput, kerikil, udara, angin, pokok, hinggalah kepada bukit bukau, sungai, gunung ganang semuanya bertasbih memuji Allah... maka mengapa tidak aku... manusia yang punya akal fikiran dan merupakan kejadian atau makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna... Allahu akhbar!
Dan jika ditanya, apa keindahan alam yang paling mempesonakan? Maka sudah tentu akan ku jawab bahawa ketika melihat matahari terbit di tepi pantai... munculnya sang mentari seolah tersenyum kepada ku pada saat itu... yang menimbulkan pelbagai rasa... kagum, taajub, syahdu, sayu, hiba... segala rasa ini tidak dapat ku ucapkan dengan kata-kata yang jelas. Aku cuba merenung, menghayati dan lalu ku pejamkan mata... membawa keindahan jauh ke dalam, ke dasar hati yang paling dalam. Mentafsirkannya sebagai kejadian indah ciptaan-Nya yang pasti punya hikmah dan kelebihan... kepada manusia, kepada makhluk hidupan lain... Lantas hanya satu perkataan yang dapat ku ucap, “Syukur alhamdulillah kepada Mu ya Allah, yang telah menganugerahkan alam yang sangat indah ini untuk dapat aku nikmati... aku rasai, aku hayati dengan pandangan mata zahir dan mata hati....”
Dengan putaran tabie terbit dan tenggelamnya matahari dan bulan, sesungguhnya aku melihat kuasa Allah ke atas diriku dan alam semesta ini. Bulan dan matahari taat melaksanakan tanggungjwab mereka, silih berganti muncul 'di hadapan' manusia dengan membawa seribu rahmat seribu berkat bagi aku dan manusia yang mahu berfikir dan mengambil pengajaran iktibar... Seperti mana firman Allah dalam surah An-Nahl:12, "Dan Dia memudahkan bagi kamu malam dan siang, dan matahari serta bulan; dan bintang-bintang dimudahkan dengan perintahNya untuk keperluan-keperluan kamu. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda (yang membuktikan kebijaksanaan Allah) bagi kaum yang mahu memahaminya.
Dan jika ditanya, apa keindahan alam yang paling mempesonakan? Maka sudah tentu akan ku jawab bahawa ketika melihat matahari terbit di tepi pantai... munculnya sang mentari seolah tersenyum kepada ku pada saat itu... yang menimbulkan pelbagai rasa... kagum, taajub, syahdu, sayu, hiba... segala rasa ini tidak dapat ku ucapkan dengan kata-kata yang jelas. Aku cuba merenung, menghayati dan lalu ku pejamkan mata... membawa keindahan jauh ke dalam, ke dasar hati yang paling dalam. Mentafsirkannya sebagai kejadian indah ciptaan-Nya yang pasti punya hikmah dan kelebihan... kepada manusia, kepada makhluk hidupan lain... Lantas hanya satu perkataan yang dapat ku ucap, “Syukur alhamdulillah kepada Mu ya Allah, yang telah menganugerahkan alam yang sangat indah ini untuk dapat aku nikmati... aku rasai, aku hayati dengan pandangan mata zahir dan mata hati....”
Dengan putaran tabie terbit dan tenggelamnya matahari dan bulan, sesungguhnya aku melihat kuasa Allah ke atas diriku dan alam semesta ini. Bulan dan matahari taat melaksanakan tanggungjwab mereka, silih berganti muncul 'di hadapan' manusia dengan membawa seribu rahmat seribu berkat bagi aku dan manusia yang mahu berfikir dan mengambil pengajaran iktibar... Seperti mana firman Allah dalam surah An-Nahl:12, "Dan Dia memudahkan bagi kamu malam dan siang, dan matahari serta bulan; dan bintang-bintang dimudahkan dengan perintahNya untuk keperluan-keperluan kamu. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda (yang membuktikan kebijaksanaan Allah) bagi kaum yang mahu memahaminya.
Dan Allah juga berfirman dalam surah al-Isra': 12, “Dan Kami jadikan malam dan siang itu dua tanda (yang membuktikan kekuasaan Kami), maka Kami hapuskan tanda malam itu (sehingga menjadi gelap-gelita), dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang supaya kamu mudah mencari rezeki dari limpah kurnia Tuhan kamu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan hitungan hisab (bulan dan hari)....”
Walau realitinya aku keseorangan tika di pantai fajar itu... lelah menguntai kesyahduan di relung hati... namun saat si mentari muncul di ufuk timur, memantulkan bayang-bayangnya di wajah air, hati yang syahdu serasa umpama dipujuk, dihiburkan... seolah-olah ada suara yang berkata, “Sudah lah. Hentikan hibaan mu. Dakaplah kehangatan cahaya-Ku melalui si mentari ciptaan-Ku ini. 'Cahaya'-Ku untuk menyinari hari-hari mu, sehangat 'kasih' dan 'sayang'-Ku... Aku lah Tuhan mu yang memiliki segala sifat ar-Rahmaan dan ar-Rahiim yang maha sempurna. Yakinlah... dan bergantunglah semata-mata kepada-Ku dengan sepenuh hati mu...”... subhanallah! Setitis demi setitis air mata ku jatuh menimpa pasir yang memutih...
Sekilas ku akuri firman-Nya melalui surah Al-Baqarah ayat 216 yang berbunyi, "...Dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya."
Dan aku juga jadi ingat kepada kata-kata pesanan Sayidina Ali ra... “Wahai anakku! dunia ini bagaikan samudera tempat banyak ciptaan-ciptaan-Nya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai 'kapal-kapal' yang menyelamatkanmu, kembangkanlah keimanan sebagai 'layar'mu, logika sebagai 'pendayung kapal' mu, ilmu pengetahuan sebagai 'nakhoda perjalanan' dan sabar sebagai 'sauh' dalam setiap badai dan cubaan”
Walau realitinya aku keseorangan tika di pantai fajar itu... lelah menguntai kesyahduan di relung hati... namun saat si mentari muncul di ufuk timur, memantulkan bayang-bayangnya di wajah air, hati yang syahdu serasa umpama dipujuk, dihiburkan... seolah-olah ada suara yang berkata, “Sudah lah. Hentikan hibaan mu. Dakaplah kehangatan cahaya-Ku melalui si mentari ciptaan-Ku ini. 'Cahaya'-Ku untuk menyinari hari-hari mu, sehangat 'kasih' dan 'sayang'-Ku... Aku lah Tuhan mu yang memiliki segala sifat ar-Rahmaan dan ar-Rahiim yang maha sempurna. Yakinlah... dan bergantunglah semata-mata kepada-Ku dengan sepenuh hati mu...”... subhanallah! Setitis demi setitis air mata ku jatuh menimpa pasir yang memutih...
Sekilas ku akuri firman-Nya melalui surah Al-Baqarah ayat 216 yang berbunyi, "...Dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya."
Dan aku juga jadi ingat kepada kata-kata pesanan Sayidina Ali ra... “Wahai anakku! dunia ini bagaikan samudera tempat banyak ciptaan-ciptaan-Nya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai 'kapal-kapal' yang menyelamatkanmu, kembangkanlah keimanan sebagai 'layar'mu, logika sebagai 'pendayung kapal' mu, ilmu pengetahuan sebagai 'nakhoda perjalanan' dan sabar sebagai 'sauh' dalam setiap badai dan cubaan”
Sembari itu aku perhatikan juga 'kegagahan' dan keindahan bukit bukau yang merentang, sama indahnya dengan keajaiban sebuah impian dan cita ku. Walau belum banyak bukti nyata yang boleh dipecahkan oleh ilmu pengetahuan tentang bagaimana keajaiban sebuah impian dan cita dapat mengubah kehidupan manusia. Hanya mimpi dan keyakinan ku yang boleh membuat kan aku berbeza daripada makhluk lain... dan juga membuat aku menjadi sangat istimewa di hadapan Allah SWT. Dan, yang boleh dilakukan seorang manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinan hanya mempercayai kuasa-Nya dengan sepenuh hati seumpama kukuhnya pasak gunung dan bukit bukau memegang bumi.
Dan setelah itu yang aku perlukan hanyalah sepasang kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari selalunya, leher yang akan perlu sering melihat ke atas mencari kekuatan dan sesekali menunduk menghitung nikmat-Nya, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari besi, dan hati yang akan berzikir lebih kuat dari amalannya, serta mulut yang senantiasa berdoa... memohon dan mengharap kepada-Nya.
Kesendirian ku di daerah ini, menikmati alam... memerhatikan manusia yang cekal hatinya. Yakin dan percaya bahawa tiap manusia sudah ditentukan rezekinya, ajal dan maut oleh Dia. Tidak pernah dipertikai walau sedikit pun... aku diberi peluang memerhatikan insan nelayan yang gigih menebar jala di tepian pantai... membaca riak-riak ikan dengan firasat dan mata zahir. Manusia ini meletakkan seluruh hidupnya kepada perancangan Ilahi... redha, pasrah, ikhlas... bahawa hari ini rezeki untuk nya pasti ada... pasti ada!
Maka benarlah firman Allah dalam surah An-Nahl 14 bahawa tidak sia-sia Dia menciptakan seluruh alam ini.. “Dan Dialah yang memudahkan laut, supaya kamu dapat makan daripadanya daging yang lembut hidup-hidup, dan dapat pula mengeluarkan daripadanya benda-benda perhiasan untuk kamu memakainya dan (selain itu) engkau melihat pula kapal-kapal belayar padanya; dan lagi supaya kamu dapat mencari rezeki dari limpah kurniaNya; dan supaya kamu bersyukur.”
Dengan 'membaca' alam dan manusia, hati insan kerdil ini menjadi peka, lebih mudah tersentuh terhadap diri sendiri... betapa aku ini sangat beruntung, punya segala yang namanya 'nikmat dunia'... harus aku syukuri... alhamdulillah.


No comments:
Post a Comment