Bismillahi Rahmaani Rahiim...
Minal aidil walfaidzin, mohon maaf zahir batin.
Mengikut rentak budaya dan adat, kunjung mengunjung kala lebaran diteruskan, namun yang utama adalah untuk menghidupkan sunah Rasulullah SAW, mengukuhkan ikatan silaturahim sesama insan... sesama saudara mara, sahabat handai. Bila sudah begini, memang terlupa seketika pada hal-hal yang biasa difikiran tatkala bertemu dan berbual... apatah lagi bila ianya pertemuan kembali setelah bertahun tak jumpa. Seharian meneruskan tradisi ini, di hujung hari kepenatan dan lelah amat terasa, tetapi semangat ku untuk meneruskan agenda yang terbengkalai masih membara...
Maka usai isya dilunaskan, aku capai Ana Al-Haq... lembaran kitab yang lama terbiar itu aku selak. Hingga pada laman “Kandungan” di sebelah kiri, dan kanannya adalah Bab 1 dengan tajuk “Keesaan (Ahdiyyat)” tiba-tiba aku terpandang perkataan... “Cahaya Allah”... Allahuakhbar!
Tak semena-mena hati jadi sayu... sangat-sangat sayu.
Rasa hiba, sedih dan pelbagai rasa muncul... menguasai diri. Air mata menitis tak berhenti-henti... hingga basah laman muka Ana Al-Haq... subhanallah! 'Rasa' apakah ini ya Allah?
Hiba ku bertambah bila persoalan... apakah aku ini hamba yang tak layak mendapat cahaya-Nya? Mendapat nur Ilahi? Mendapat petunjuk...? Sedangkan doa ku kini hanyalah untuk itu... Mohon diberi hati yang terang... tidak lagi 'buta', tidak lagi jahil dan yang utama hati yang sentiasa mengingati Dia... dalam zikir nafi isbat... “Ya Allah aku menyintai-Mu, aku memerlukan-Mu, hadirlah dan terangilah hati ku...” … Kata itu pasti ku ulang pada setiap kali aku ingati Dia... tak putus, tak berhenti... dengan pasrah, dan tulus menyerah!
Dan hiba ku jadi lebih sendu bila mengingati kata-kata dalam doa di entry “Diri yang fakir”... antaranya, “...Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, ya Zaljalaliwalikram... Kau datangkanlah cahaya dalam hati kami ini Ya Allah... Agar segala kegelapan dalam hati ini hilang... Agar segala kebodohan dan kejahilan kami hilang... Agar segala kurang adab dan kurang ajar kami ini hilang... Agar segala kebutaan kami ini hilang...” maka apakah aku hamba yang tidak didengar permohonannya... Ya Allah... sedihnya! Sangat-sangat sedih...
Namun rasa sedih, hiba, sayu aku kemudiannya bertukar jadi satu rasa yang lain...
Tiba-tiba rasa dekat dengan-Nya, rasa dipeluk-Nya, rasa didakap-Nya erat... hingga nafas seolah sesak, tubuh sedikit bergetar... Dan bila nama-Nya aku bisikkan terus, di hujungnya ada rasa 'ngilu'... (sukar untuk aku nyatakan rasa itu...) jauh di hati... di dalam ini... mendasar ke dalam. Menusuk kalbu...! Titis air mata bukan lagi sedih, sayu tetapi atas tangisan 'rasa' kehambaan... hamba yang fana, binasa. Tinggal Dia... Allah yang kekal... Allahuakhbar!
Ku kabarkan pada sahabat akan segala 'rasa' yang aku 'rasa' ini... dan seperti biasa, dengan sangat tenang dan berhemah... dia sudi berkongsi ilmu dan hikmah.
Nasihatnya- adalah sangat indah jika rasa kepada-Nya yang muncul itu, dibenahi dengan sebaik-baiknya... biarkan kesyahduan dan kesayuan dengan air mata itu seolah-olah ia 'menitis ke dalam'... tanpa ditunjukkan secara zahir... pada wajah. Cuba kawal... tujukan ke hati. 'Basahkan' hati... bukan sekadar membasahkan mata....
Sesungguhnya, itu lah yang aku harapkan tetapi... rasa syahdu dan sayu yang datang dengan titis air mata berlaku tanpa dirancang... secara tiba-tiba!...
Maka berusahalah, perlu latihan.... hingga sampai ke satu tahap di hujungnya... seolah-olah ada suara yang menyahut, halus akan permohonan dan rayuan mu yang mendambakan cinta-Nya... akan “Cahaya Allah” itu!
Mohon, dan mohonlah!
Mungkin juga dengan doa amalan Nabi Muhammad SAW ini.... “Ya Allah! Jadikanlah hatiku bercahaya, dan pada lidahku bercahaya dan jadikanlah pada penglihatan ku bercahaya dan pada pendengaranku bercahaya, dan dari kanan ku bercahaya, dan dari kiriku bercahaya, dan daripada atas ku bercahaya, dan daripada bawah ku bercahaya, dan dari muka ku bercahaya, dan dari belakang ku bercahaya, dan jadikanlah pada diriku bercahaya dan sebesar-besar bagiku bercahaya...” Aamiin!
Ikhlas... “Keikhlasan dalam hal ini sangat penting...” tambahnya. Ikhlas hingga sampai mengESAkan Dia.... bahawa aku ini tiada tanpa-Mu... ALLAH adalah segala-galanya..! “Pegang itu dengan kukuh... pahatkan dalam hati mu itu...” ...satu helahan panjang aku lepaskan.... ALLAH!
---------------------
baca juga:
link 1
link 2
terbaik..
ReplyDeletebersama jiwa..
dgn rasa..
ikhlas.