kudengari satu persatu.. menusuk timpa jauh menyusuri.. hanyut.. di dasar hati.. terhampar di situ.. mata mulai berkaca meruntun airmata.. jiwa mulai basah.. jasad mulai dingin.. karam.. di situ kutemui lagi.. diriMu.

Sunday, August 16, 2015

Cinta... untuk dicintai-Nya

Saya share…

Tentang “Mengenal Allah”

Yang dikasihi dan dicintai Allah, saudara saudariku, dapatkah kita menjelaskan siapa Allah?

Kalau kita merujuk kepada Al-Quran, banyak ayat yang menjelaskan tentang Allah tetapi setelah kita teliti, penjelasan melalui ayat-ayat tersebut hanya setakat menerangkan tentang sifat-sifat Allah sahaja.

Ternyata Allah tak dapat untuk dijelaskan dengan kata-kata karena kata-kata adalah terbatas pada menjelaskan sesuatu kewujudan yang berada pada ruang dan waktu, boleh ‘dipegang’ dan nampak dipandang mata. Sedangkan Allah melampaui ruang dan waktu.

Ini sama seperti menjelaskan bagaimana rasanya jatuh cinta atau fall in love. Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan “rasa” ketika kita sedang berada dalam keadaan tersebut tetapi “rasa” tersebut boleh kita rasakan.

Sama halnya dengan Allah. Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan Allah tetapi Allah itu boleh kita rasakan di dalam hati kita... dengan rasa.

Hati kita adalah jambatan menuju Allah.
Melalui hati, kita mendekatkan diri kepada Allah.
Melalui hati kita menuju cahaya agung Ilahiah.

Sebagaimana yang disebutkan dengan penuh cinta dan kasih sayang di dalam hadis Qudsi:

“Aku adalah khazanah yang terpendam. Aku rindu ingin dikenali. Untuk itu Aku menciptakan makhluk”.

Mari kita menggapai khazanah Allah melalui hati yang suci. Hati yang diredhai Allah.

Kisah-kisah di bawah ini dapat menggambarkan keadaan di atas, di mana kita ingin belajar mencintai Allah dengan sepenuh hati yang ikhlas dan tulus, tetapi tak tau nak mula macamana, dari mana. Ada juga yang ingin dekat kepada Allah tetapi tak pernah sekalipun menghayun langkah kaki untuk memulakan perjalanan menuju Allah.

Moga kita dapat ambil hikmah daripada kisah-kisah di bawah… inshaaAllah


Awal Dari Sebuah Perjalanan

Seseorang bertanya kepada Yusuf bin al-Husain, “Apakah yang harus aku lakukan agar aku boleh dekat kepada Allah?”

Jawab Husain, “Ceritakan rahasiamu kepada Allah, dan jangan sampai ada orang lain di dunia ini yang mengetahuinya. Melalui hal itu, sebuah tali keimanan akan terbina antara kamu dengan Allah.

Orang itu melanjutkan pertanyaannya, “Hanya itukah yang akan membantuku dekat kepada Allah?”

Tambah Husain, “Dirikan hubungan yang teguh di awal perjalanan mu. Beribadahlah. Memiliki niat dan harapan yang kuat juga penting. Dan jika memungkinkan, nikmati kesunyian. Itu akan lebih baik.”

Tambah orang itu, “Tetapi bagaimana aku hendak mencapai tahap di mana aku boleh berkata-kata dengan Allah?”

Jawab Husain, “Aku telah menjelaskan apa yang engkau perlu tahu, tetapi engkau ingin mencapai sebuah akhir sebelum engkau memulakannya, dan itu adalah tak mungkin”


Mencintai Allah

Seorang pengembara tiba pada sebuah kampung di mana Abu Yazid al-Bisthami tinggal. Pengembara bertemu kepada al-Bisthami kemudian bertanya.

“Ajarkan aku cara yang paling cepat menuju Allah”

Bisthami menjawab, “Cintai Allah dengan seluruh kekuatanmu.”

“Itu sudah kulakukan”, Kata pengembara.

“Lalu kau perlu dicintai oleh orang lain.” Jawab Bisthami.

“Tetapi mengapa?” tanyanya kembali.

“Karena Allah melihat hati setiap manusia. Ketika Allah mengetahui dan melihat cinta yang kau miliki untuk-Nya, Dia akan bahagia. Bagaimanapun, jika Dia juga menemukan namamu tertulis dengan penuh cinta di hati orang lain, Dia pasti akan jauh lebih memperhatikanmu.”


Mengharap Jalan Pintas

“Mengapa kau habiskan banyak waktu mu demi mencari Allah kalau kau dah mengenal-Nya dengan baik?”, tanya para murid Hasan al-Basri. “

Tentu engkau boleh menjelaskan kepada kami seperti apakah Allah itu” Tambah mereka.

Jawab Hasan al-Basri, “Benar, tetapi ini berlaku karena satu hari ketika aku sedang berdiri di depan sebuah sungai, aku nampak seorang lelaki yang bersiap sedia untuk menyeberanginya.  Lalu aku pun berkata kepadanya, hati-hati di sana, kamu boleh tergelincir di batu itu dan jatuh lalu basah kuyup”

Lelaki itu menjawab, “Jika itu berlaku, hanya aku yang akan kotor.”

Jadi Hasan, jika kau tergelincir dan jatuh di jalan yang sedang engkau lalui ini, maka seluruh muridmu akan ikut tergelincir dan jatuh bersamamu

Lalu pada saat itu aku mengerti bahawa mencari Allah adalah suatu pencarian peribadi atas diri masing-masing manusia. Setiap orang akan bertanggungjawab atas pencariannya. Seorang guru boleh berbahagi pengalamannya, tetapi tidak dapat berkongsi hasilnya.

------------------------

Yusuf bin al-Husain meninggal tahun 304 H/916 M.
Abu Yazid Thaifur bin ‘Isa bin Surusyan al-Bisthami lahir di Bustham yang terletak di Timur Laut Parsi. Meninggal sekitar tahun 261 H/874 M – 264 H/877 M.
Hasan bin Abil Hasan al-Basri lahir di kota Madinah pada tahun 21 H/642 M. Ia adalah anak dari seorang hamba yang ditangkap di Maisan, kemudian menjadi pekerja dengan pembantu Nabi Muhammad SAW, Zaid bin Tsabit. Karena dibesarkan di Basrah dia dapat bertemu dengan ramai sahabat Nabi. Hasan meninggal di kota Basrah pada tahun 110 H/728 M.

Mereka semua adalah guru sufi yang memperkaya khazanah “para pencari Tuhan”.
Informasi biografi diambil dari buku “Warisan Para Auliya” karya Farid al-Din Attar.

1 comment:

  1. Gambling in Vegas - Dr.MCD
    The Las Vegas strip is a hub for illegal 경주 출장마사지 gambling, as more 안성 출장마사지 and more 광양 출장샵 people and even more titanium tubing people who think they can make a living with 포천 출장안마 their bets.

    ReplyDelete