Saya
share…
Tentang “Mengenal Allah”
Yang
dikasihi dan dicintai Allah, saudara saudariku, dapatkah kita menjelaskan siapa Allah?
Kalau
kita merujuk kepada Al-Quran, banyak ayat yang menjelaskan tentang Allah tetapi
setelah kita teliti, penjelasan melalui ayat-ayat tersebut hanya
setakat menerangkan tentang sifat-sifat Allah sahaja.
Ternyata
Allah tak dapat untuk dijelaskan dengan kata-kata karena kata-kata adalah terbatas pada menjelaskan sesuatu kewujudan yang
berada pada ruang dan waktu, boleh ‘dipegang’ dan nampak dipandang mata. Sedangkan
Allah melampaui ruang dan waktu.
Ini
sama seperti menjelaskan bagaimana rasanya jatuh cinta atau fall in love. Tidak
ada kata-kata yang dapat menggambarkan “rasa” ketika kita sedang berada dalam
keadaan tersebut tetapi “rasa” tersebut boleh kita rasakan.
Sama
halnya dengan Allah. Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan Allah tetapi Allah itu boleh kita rasakan di dalam hati kita... dengan rasa.
Hati kita adalah jambatan menuju Allah.
Melalui
hati, kita mendekatkan diri kepada Allah.
Melalui
hati kita menuju cahaya agung Ilahiah.
Sebagaimana
yang disebutkan dengan penuh cinta dan kasih sayang di dalam hadis Qudsi:
“Aku
adalah khazanah yang terpendam. Aku rindu ingin dikenali. Untuk itu Aku
menciptakan makhluk”.
Mari
kita menggapai khazanah Allah melalui hati yang suci. Hati yang diredhai Allah.
Kisah-kisah
di bawah ini dapat menggambarkan keadaan di atas, di mana kita ingin belajar
mencintai Allah dengan sepenuh hati yang ikhlas dan tulus, tetapi tak tau nak
mula macamana, dari mana. Ada juga yang ingin dekat kepada Allah tetapi tak
pernah sekalipun menghayun langkah kaki untuk memulakan perjalanan menuju Allah.
Moga
kita dapat ambil hikmah daripada kisah-kisah di bawah… inshaaAllah
Awal Dari Sebuah Perjalanan
Seseorang
bertanya kepada Yusuf bin al-Husain, “Apakah yang harus aku lakukan agar aku boleh
dekat kepada Allah?”
Jawab
Husain, “Ceritakan rahasiamu kepada Allah, dan jangan sampai ada orang lain di dunia
ini yang mengetahuinya. Melalui hal itu, sebuah tali keimanan akan terbina
antara kamu dengan Allah.
Orang
itu melanjutkan pertanyaannya, “Hanya itukah yang akan membantuku dekat kepada
Allah?”
Tambah
Husain, “Dirikan hubungan yang teguh di awal perjalanan mu. Beribadahlah.
Memiliki niat dan harapan yang kuat juga penting. Dan jika memungkinkan,
nikmati kesunyian. Itu akan lebih baik.”
Tambah
orang itu, “Tetapi bagaimana aku hendak mencapai tahap di mana aku boleh berkata-kata
dengan Allah?”
Jawab
Husain, “Aku telah menjelaskan apa yang engkau perlu tahu, tetapi engkau ingin
mencapai sebuah akhir sebelum engkau memulakannya, dan itu adalah tak mungkin”
Mencintai Allah
Seorang
pengembara tiba pada sebuah kampung di mana Abu Yazid al-Bisthami tinggal. Pengembara
bertemu kepada al-Bisthami kemudian bertanya.
“Ajarkan
aku cara yang paling cepat menuju Allah”
Bisthami
menjawab, “Cintai Allah dengan seluruh kekuatanmu.”
“Itu
sudah kulakukan”, Kata pengembara.
“Lalu
kau perlu dicintai oleh orang lain.” Jawab Bisthami.
“Tetapi
mengapa?” tanyanya kembali.
“Karena Allah melihat hati setiap manusia. Ketika Allah mengetahui dan melihat cinta
yang kau miliki untuk-Nya, Dia akan bahagia. Bagaimanapun, jika Dia juga
menemukan namamu tertulis dengan penuh cinta di hati orang lain, Dia pasti akan
jauh lebih memperhatikanmu.”
Mengharap Jalan Pintas
“Mengapa
kau habiskan banyak waktu mu demi mencari Allah kalau kau dah mengenal-Nya
dengan baik?”, tanya para murid Hasan al-Basri. “
Tentu engkau boleh menjelaskan
kepada kami seperti apakah Allah itu” Tambah mereka.
Jawab
Hasan al-Basri, “Benar, tetapi ini berlaku karena satu hari ketika aku sedang
berdiri di depan sebuah sungai, aku nampak seorang lelaki yang bersiap sedia
untuk menyeberanginya. Lalu aku pun berkata kepadanya, hati-hati di sana, kamu boleh tergelincir di batu itu dan jatuh lalu
basah kuyup”
Lelaki
itu menjawab, “Jika itu berlaku, hanya aku yang akan kotor.”
Jadi
Hasan, jika kau tergelincir dan jatuh di jalan yang sedang engkau lalui ini,
maka seluruh muridmu akan ikut tergelincir dan jatuh bersamamu
Lalu
pada saat itu aku mengerti bahawa mencari Allah adalah suatu pencarian peribadi
atas diri masing-masing manusia. Setiap orang akan bertanggungjawab atas
pencariannya. Seorang guru boleh berbahagi pengalamannya, tetapi tidak dapat
berkongsi hasilnya.
------------------------
Yusuf
bin al-Husain meninggal tahun 304 H/916 M.
Abu
Yazid Thaifur bin ‘Isa bin Surusyan al-Bisthami lahir di Bustham yang terletak di
Timur Laut Parsi. Meninggal sekitar tahun 261 H/874 M – 264 H/877 M.
Hasan
bin Abil Hasan al-Basri lahir di kota Madinah pada tahun 21 H/642 M. Ia adalah anak
dari seorang hamba yang ditangkap di Maisan, kemudian menjadi pekerja dengan
pembantu Nabi Muhammad SAW, Zaid bin Tsabit. Karena dibesarkan di Basrah dia
dapat bertemu dengan ramai sahabat Nabi. Hasan meninggal di kota Basrah pada
tahun 110 H/728 M.
Mereka
semua adalah guru sufi yang memperkaya khazanah “para pencari Tuhan”.
Informasi
biografi diambil dari buku “Warisan Para Auliya” karya Farid al-Din Attar.
Gambling in Vegas - Dr.MCD
ReplyDeleteThe Las Vegas strip is a hub for illegal 경주 출장마사지 gambling, as more 안성 출장마사지 and more 광양 출장샵 people and even more titanium tubing people who think they can make a living with 포천 출장안마 their bets.