kudengari satu persatu.. menusuk timpa jauh menyusuri.. hanyut.. di dasar hati.. terhampar di situ.. mata mulai berkaca meruntun airmata.. jiwa mulai basah.. jasad mulai dingin.. karam.. di situ kutemui lagi.. diriMu.

Wednesday, August 5, 2015

Bonus extra...

Bismillahi Rahmaani Rahiim.

Segala puji teruntuk kepada Allah SWT.
Alhamdulillah... kuriaan Allah yang melimpah ruah.

Dalam perjalanan ke pejabat tadi saya sangat mengantuk. Pasti kalau duduk di sebelah driver saya akan tertidur pulas. Tapi apakan daya... sayalah driver. Jadi harus menahan mata daripada terlelap. Bahaya kan kalau sampai terlelap walau cuma sedetik.

Nak hilangkan ngantuk saya raba-raba poket handbag. Dapat gula-gila Hacks. Dalam hati berkata, apa ker jadahnya pagi-pagi buta makan Hacks. Tapi cuma itulah yang ada. Yang penting ikhtiar... maka gula Hacks itulah rezeki saya pagi ini. Hacks masih dalam mulut, ngantuk saya tak juga surut. Allahuakhbar... macamana ni? Kenderaan di jalan raya pula semakin banyak bila semakin hampir dengan Bandaraya KL. Pemanduan yang agak tersekat-sekat ni menyebabkan ngantuk saya makin menjadi-jadi.

Apa ikhtiar lain, saya on radio pula. Dah lama saya tak usik tombol radio kereta. Kebelakangan ni, sudah beberapa bulan juga lah, saya lebih gemar berfikir ketika memandu. Bukan lah bermakna di waktu lain saya tidak berfikir dan memikir tapi sendirian di dalam kereta, memandu dalam jangka masa yang agak lama, pergi dan balik pejabat, merupakan bonus extra untuk saya menyelami hakikat kehidupan...tentang manusia, makluk dan Allah.

Bila radio saya on, terdengar intro lagu Sufi.. tapi saya tak pasti siapa penyanyinya. Lagu yang cukup popular suatu ketika dulu di zaman saya sekolah menengah dan ketika saya studi. Serta merta bibir saya mengukir senyum kerana lagu ini sangat saya minati dari dulu hingga kini dan punya kisah tersendiri. Baru lah hilang ngantuk saya... alhamdulillah.

Lirik lagu "Sufi"

Sufi selangkah,
Tirai kasihmu kubuka
Engkau serahkan cinta
Hingga dirimu tiada

Kasih Sufi
Kau rela
Pilih derita di dunia
Biar rebah dihina
Kau tak berubah

Kau menguasai selautan
Yang tersembunyi digenggaman
Nafi dan Isbat kau sandingkan
Sebagai satu pegangan

Sufi kau hilang dipandangan
Ada di dalam kenikmatan
Engkau dan Dia
Pasti tidak akan terpisah

Andai tertutup tirai Sufi
Yang terang tidak nampak terang
Inilah seksa menyakitkan sepanjang zaman

Inginku tempoh titian mu
Dari kekasih ke kekasih
Pengabdian ku
Bersama Mu kasih

Biar rebah dihina
Kau tak berubah

Dulu-dulu zaman sekolah, masa belajar, saya suka dengar lagu ini tetapi kurang mengerti maksudnya, tapi kini saya lebih faham apa yang tersirat pada liriknya. Indah bahasa dan perkataan yang digunakan. Kelebihan yang diberi kepada orang-orang yang hatinya ikhlas dan tulus cintanya terhadap Allah.

"... Sufi
Kusebarkan kisah hijab mu
Hingga hilangnya wujud diri [jangan sampai terlihat adanya diri]
Memilih jalan kehidupan zuhud
Tidak kisah walau dipandang hina [tak punya apa-apa]

Langkah mu melangkau alam [dunia]
Mengetahui rahsia luh mahfuz [alam ghaib/khasyaf]
Tawakal yang hakiki hanya kepada Allah
Menjadi prinsip pegangan hidup mu

Kau hilang, ghaib tanpa kesan [mengasingkan diri dari dunia]
Kau tenggelam dalam keasyikan [mencintai/mengenal Allah]
Sentiasa menikmati ba'qo bersamaNya [berterusan dengan Allah]

Jika terhalang hijab [terlalai/terleka/lupa]
Maka tiada lagi kenikmatan
Rasa derita bagai ditinggalkan [kekasih hati]

Ingin ku ikuti jejak mu [bersama-sama mu menyusuri jalan]
Untuk berguru menuju kepadaNya [ilmu mengenal diri/mengenal Allah]
Menyendiri mencari petunjukNya [mohon hidayah]
Tak kisah walau dipandang hina [tidak punya apa-apa]
Namun tetap dengan keyakinan teguh [semata-mata/segalanya Allah]..."

Tabarakallahufiq...

No comments:

Post a Comment